Selasa, 28 Oktober 2008

Buat Ayah Dan Bunda

Aku hanya tahu Ibu Bapakku tak tamat sekolah Dasar
Pekerjaannya berjualan makanan ringan di Pasar Ciamis
Setiap selesai subuh mereka bersiap pergi ke Pasar
Nanti pulangnya selepas asahar.....
Aku tak pernah mendengar keluhan atas pekerjaannya....
bahkan Ibuku berlibur tidak jualan hanya pada hari raya saja atau bila sakit
Sekarang mereka telah tiada
Bapak dan Ibuku sekarang sudah tiada
Ini cerita ketika bapakku meninggal, waktu itu aku tugas di Irian jaya, ada telepon dari kampung Bapakku sakit, aku tanya apa aku harus pulang kakakku yang menelepon waktu itu, bilang terserah kamu

Senin, 20 Oktober 2008

PERJALANAN HIDUPKU

Aku sedang duduk-duduk di depan rumah tetangga, biasa sore-sore bagi seorang muda penganggur seperti aku, tidak hari yang diperbincangkan dengan sesama teman senasib selain sulitnya mencari pekerjaan sekelas pemilik ijazah sarjana, aku juga tidak menamfik ada pekerjaan seperti mengajar anak-anak di madrasah, tapi apa yang diharapkan dari mengajar di madrasah yang upahnya lillah, pada saat pikiran mengejar finansial terkadang pekerjaan yang mulia seperti itu dianggap tidak memberikan manfaat, padahal pekerjaan itu mungkin yang lebih berkahng .
dari kejauhan terlihat seorang bapak berjalan menuju ke tempat kami berkumpul, setelah dekat aku baru tahu, beliau pak sukri babaknya ghofar teman kuliah aku di IAIN Bandung, salamu alaikum beliau menyapa kami....
waalaikum salam jawab kami.....
Eh pak Sukri, dari mana pak ? kok tumben sore-sore jalan kemari, sengaja bapak kesini mau memberi tahu De Rizal, bahwa sejak kemarin sudah dibuka pendaptaran penerimaan Calon Pegawai Negeri sipil di Lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Bandung, barang kali saja De Rizal ada minat mendaptar, biar sama-sama dengan ghofar berangkat besok. Aku gembira sekali atas berita yang dibawa pak Sukri, Iya pak..... saya mau ikut testing,.. semoga saja ada rezekinya buat saya dan ghofar, amin kata pak sukri.. kalau begitu bapak pamit dulu, oh iya pak biar nanti saya ke rumah menghubungi Ghofar.
Sebelum adzan subuh berkumandang aku sudah duduk diatas sajadah, memanjatkan banyak harapan akan sebuah masa depan yang lebih gemilang, aku terpekur ingat akan siapa diriku, terlahir dari keluarga sederhana, bapak dan ibuku jualan kue di pasar dengan penghasilan yang tak seberapa.
Setelah sholat subuh aku kembali ke rumah bergegas hendak pergi ke Bandung, semua persyaratan administrasi ku persiapkan dengan baik, jangan sampai di Bandung sana ada yang tertinggal. dari mulai ijazah, transkif nilai, surat Keterangan Berkelakuan Baik dari kepolisian semuanya aku persiapkan.
Tepat jam 6.00 tepat aku keluar dari rumah, dengan tidak lupa meminta doa restu dari kedua orang tua, Tak diminta pun nak, ibu dan bapak slalu mendoakanmu semoga apa yang kau cita-citakan berhasil, hati-hati kamu di jalan, simpan uang mu baik-baik.
Sebelum berangkat aku mampir dulu ke rumah ghofar, tak perlu menunggu lama rupanya dia telah menungguku, tanpa basa-basi kami langsung menuju jalan raya. Kita mau naik mobil apa nih, kata ghofar nanya pada ku, naik bis atau elf ? ah ..... kita naek elf aja biar murah dan biasanya elf harganya bisa ditawar, kataku.
Tidak menunggu lama kami sudah duduk di atas elf jurusan Bandung, kurang lebih jam setengah sepuluh kami sampai di kantor Pengadilan Tinggi Bandung, eh ternyata sudah banyak orang, mereka lagi serius mengisi folmulir pendaftaran, aku dan ghofar melihat kiri kanan, terlihat sebuah ' TEMPAT PENGAMBILAN FORMULIR : aku menuju kesana seorang bapak berkaca mata tanpa berkata-kata menyodorkan dua lembar kertas bersi data-data yang harus disi. Aku langsung mengambilnya sambil tak lupa ku ucapkan terima kasih, si bapak hanya mengagukan kepala, mungkin dia cape kalau harus menjawab ucapan terima kasih pendaftar yang banyak.

Aku dan ghafar tidak mengalami kesulitan dalam mengisi folmulir pendaftaran, karena segala sesuatunya telah dipersiapkan, sebelum dzuhur semuanya telah beres. Far kita makan dulu yu, ajakku pada ghafar..... ayo... tapi jangan ditempat yang mahal..... kita kan masih pengangguran, nanti kalau kita sudah diterima jadi pegawai baru kita makan yang enak, kata ghafar sambil tersenyum kecut..... ya aku juga ngerti kok.... kita makan di warteg aja, biar murah ................. selesai makan dilanjutkan dengan sholat dzuhur, kita jama aja dengan ashar yah ajakku pada ghofar..... yah terserah ente aja....
Jam dua pas kami sudah berada di elf lagi, aku dan ghofar terdiam masing-masing terlena dengan lamunan masing-masing, aku bayangkan bagaimana rasanya bila aku diterima jadi pegawai negeri berseragam, pasti orang tuaku merasa mangga bapakku tentu akan cerita sama mang juned di pematang sawah, sama mang dohir di pasar, maklum ayahku selalu cerita dengan mereka kalau lagi susah cari uang untuk bayar SPPku. bagaimana susahnya bapakku cari uang buat aku sekolah, pinjam sana pinjam sini, apalagi yang sekolah bukan aku sendiri. Aku menarik nafas kubayangkan badan bapakku yang kurus kering karena cape banting tulang mencari uang, begitu juga dengan ibuku, tak terasa air mataku meleleh membasahi pipiku, cepat-cepat ku usap dengan tangan malu jangan sampai penumpang lain melihatku, ku bisikan dalam hati sebuah doa, ya Allah ampunillah diriku dan orang tuaku yang telah mengurus diri ini tanpa pamrih, sayangi mereka seperti halnya mereka menyayangi diriku semasa kecil. Aku tengok ghofar yang tengah asik memandangi pemandangan yang dilewati oleh mobil, tangannya menahan dagunya aku tak tahu apa yang lagi dipikirkannya, pasti tak jauh dari yang aku pikirkan. Ciamis....Ciamis suara kondektur mengingatkan penumpang yang akan turun di Ciamis...... aku mencolek paha ghofar.... eh siap-siap kita turun.... tak terasa perjalanan Bandung Ciamis telah sampai....... nanti lagi deh

PUISI JIWA

BERGETAR
MEMERAH
MEMBANTAH LEBIH KASAR
TERUSIK TERHINA AKU BISA
TAK SADAR
ILMU DAN TEORI DILAHAP
SULIT...... SULIT AKU BANGKIT
CURIGA DENGKI OH MANA SUJUDMU
MANA BACAAN QUR'ANMU
TOLONG LIHAT DISEKELILINGKU ADA APA
AH ...... JANGAN TERLALU KAU PIKIRKAN
ITU PEMALU.... ATAU PENDIDIKAN DASAR
PANTASKAH TABIAT MENURUN YANG DISALAHKAN
JANGAN LEBIH BAIK MEREKA KAU DOAKAN
MEREKA BUTUH ITU
ISTERIKU
AKU KASIAN
DIJADIKAN TEMPAT MENERIMA KETOLOLANKU
SETIA DAN JUJUR SERTA KHAWATIR YANG IA TERIMA
OH ANAK-ANAKKU
MATA - MATA PENUH KETAKUTAN
IGFIRI AKU PASTI BERUBAH

GARUT, 20 OKTOBER 2008

RENUNGANKU