SYUKUR
Saudaraku, betapa banyak karunia Allah yang kita terima, tapi kebanyakan dari kita selalu melupakannya, yang kita ingat adalah kesusahan, kesengsaraan atau kesialan dalam hidup ini. Banyak kita mencari kebahgian di luar sana, melihat kekayaan dan harta orang lain, membanding-bandingkan kita dengan orang lain, Selalu melihat orang lain lebih bahagia dari pada kita. Seakan kita akan bahagia bila seperti si fulan yang punya mobil mewah, rumah megah, isteri canti, anak-anak yang cerdas dengan finasial yang turun deras.
Saudaraku, bila lah kita merenung sejenak, sebetulnya kebahgian itu ada pada diri kita, bila kita mampu bersyukur terhadap karunia dan pemberian Allah, kita harus belajar menerima dengan suka cita seberapa besar pun pemberian Allah. Karena bukan besar dan kecilnya yang kita dapatkan, tetapi cara pandang kita terhadap apa yang kita dapatkan. Salah satu kiat untuk selalu merasa bahagia dengan apa yang kita peroleh, adalah dengan menyadari bahwa apa yang kita terima adalah pemberian dari dzat yang maha besar. Sekecil apapun yang kita terima itu tidak akan dianggap kecil oleh kita, karena yang kita lihat adalah si pemberi yang maha besar.
Dalam kehidupan kita sehari-hari kita menemukan seseorang yang memangpangkan poto dirinya yang berdampingan dengan orang besar, seperti dengan persiden atau tokoh lainnya yang dianggap besar oleh dia, orang tersebut menyadari, berapa sih harga sebuah kertas berisi gambar orang, bahkan kita pun sering menemukan poto-poto orang yang tidak kita kenal terserak di tong sampah, kita biarkan begitu saja. Kenapa orang tadi menyimpan baik-baik Poto dia dengan orang besar, karena dia sadar, bukan kertyasnya yang besar, tapi ada orang besar dan Terhormat dalam poto tersebut;
Seorang kekasih yang menerima sepucuk surat dari dambaan hatinya, akan menyimpan surat tersebut dengan baik, dia tidak melihat nilai sebuah amplop dan kertasnya, tapi dia melihat siapa yang mengirimnya. Nah bila kita hari ini mendapatkan rejeki Rp.10.000,- (Sepuluh ribu rupiah), janganlah anda melihat nilai sepuluh ribu rupiah itu semata, barang kali anda akan berpikir cukup apa uang sepuluh ribu sekarang, tapi sadarlah tak ada yang mengantarkan rejjeki sepuluh ribu itu kehadapan anda kecuali pemberi rijki itu sendiri, walaupun jalannya mungkn melalui usaha anda, kemudian anda diberi upah.
Nah... bila hal ini kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, maka berapapun yang didapatkan selalu akan bersyukur, selalu akan merawat rejeki itu, yaitu kita gunakan kepada hal-hal yang Allah ridho, kita tidak akan melihat pada kebun dan sawah orang, tapi kita akan merasakan begitu sayangnya Allah kepada kita yang telah memberi rizki. itulah salah satu bentuk syukur kita
SABAR
Saudaraku, tak semua yang kita dambakan atau yang diharapkan akan tercapai, keinginan manusia pada umumnya, ingin hidup sehat, banyak rejeki, pekerjaan lancar, anak dan isteri sehat dan cerdas, hidup nyaman. tapi dalam kenyataan sehari-hari tidaklah semua yang kita harapak tersebut tercapai, kalaupun tercapai pasti tidak semuanya. Harta dan pekerjaan ada, tapi anak sakit, anak-anak sehat susah mencari rejeki, dan seterusnya dan seterusnya.
Tapi ingat sabar bukanlah berdiam diri tanpa usaha, sabar adalah aktif dan progresif, memaksimalkan potensi diri untuk mencapai apa yang kita harapkan. Bila kita lagi sakit, harus sabar, tapi bukan berarti berdiam diri menungu kesembuhan itu datang, kita harus berusaha berdoa dan berobat, minta tolong kepada Allah diberikan jalan keluar dengan berkat karunianya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar