Rabu, 23 Maret 2011

YA ALLAH

Ya Allah walaupun aku marah kepadamu, apa kuasaku, walaupun aku tidak mengabdi padamu, apa pedulimu, sama sekali engkau tidak perlu dengan semua yang aku perbuat, kau tak butuh ibadahku, semua yang aku perbuat, ternyata untuk kesenangan diriku, aku berdoa supaya engkau kabulkan keinginanku, engkau takbir, ruku sujud hanya supaya baik bagi diriku, engkau berdoa supaya sembuh, itupun untuk aku biar bisa beraktifitas, mana buat Allah;

Sekarang aku mulai memasuki jalan terjal yang sesungguhnya, jalan tanpa kemunafikan, jalan tanpa basa basi, jalan tanpa kemanjaan, jalan tanggung jawab, jalan sesungguhnya hidup, jalan keyakinan;

Kelemahan diri mulai terkuak, tak ada lagi pemaksaan kehendak, laksana seekor kucing tercebak pada dingding-dingding tinggi menjulang, jalan terseok ditengah padang sahara yang gersang, tangan menjurai ke atas mencari tangan tuhan menyentuhnya;

Bolehkah kita lelah berdoa ?. makna hidup mulai terasa, kegetiran diri mulai terasa, pahitnya makna hidup mulai terasa;

Kemerdekaan berhadapan dengan tanggung jawab pribadi, tak ada yang bisa kita mintai pertolongan, isteri yang tercinta, dan sayang pada kita, hanya mampu menatap penuh iba, tapi tak ada kuasa untuk menolong.

Kau.. harus mempertanggung jawabkan semua yang kau perbuat.

Amin............

Janganlah kau paksa Allah untuk mengabulkan doa-doamu, tak ada sedikitpun hakmu untuk memaksa Allah. Duduklah disudut terserah Allah hendak berbuat apa padamu, jangalah kau merengek-rengek seperti seorang anak minta sesuatu pada ibumu, ibumu bisa kau paksa dengan tangisan atau bujukanmu, tapi tidak dengan Dia;

hmm kalau begitu Allah kejam, siapa yang bilang itu, kamu yang bilang. Coba kau tarik nafasmu, siapa yang memasukan hawa ke dadamu, siapa yang mengerakan tanganmu menulis tulisan ini,kau tengok apakah kau masih bisa duduk, bisa melihat, bisa merasa, kau lihat anak-anakmu dengan tenang pergi kesekolah tanpa beban harus mencari biaya sekolah, karena anak kita merasa yakin bapaknya bisa memberi biaya, siapakah yang memberi biaya, coba kau bandingkan banyak mana, kesenangan yang kau rasa hari ini,dengan kepahitan hidupmu;

Isterimu di rumah masih bisa melihat lemari dengan persedian makanan yang cukup, ketika hujan turun dia masih bisa berteduh, walaupun bukan di istana. oh oh oh.. maaf aku Allah telah berburuk sangka kepadamu;

ya rab amfuni atas ketidaktahuan dan ketidak sabaranku........

Tidak ada komentar: